Sandara Park (2NE1)
Pemain tambahan:
SkyDragon (CL 2NE1 & GD/Kwon Jiyoung Big Bang)
Member 2NE1 & Big Bang
===================================================================
“Hhoaam” ku angkat tanganku untuk meregangkan otot-ototku. Tercium wangi masakan dari arah dapur. Sambil mengucek-ngucek mataku, ku ikuti arah asalnya wangi itu. “Kau sudah bangun Dara?” kata CL sambil tersenyum dan memperlihatkan ‘smile eyes’ nya yang cantik. Mencium aroma masakan CL langsung membuatku melek & bersemangat. “Hai Chaerin, masak apa kau?” tanyaku sambil mengintip masakannya. “Haha, aku ingin membuatkan Jiyoung breakfast. Yaah walaupun nggak seistimewa buatan restaurant” jawab CL memandangi masakannya. “Waah, so sweetnya. Mau kubantu masak Chaerin?” tawarku dengan tersenyum. “Dengan senang hati eon” jawab CL bersemangat. Akhirnya kami berdua membuat sebuah steak ayam yang kelihatannya enak juga. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 06.10 a.m dan kedua saudaraku itu (Minzy dan Bom) belum juga bangun dari tidur cantiknya setelah semalaman kami bermain video games.
“Unnie, mau menemaniku mengantar ini?” tanya CL sambil membawa kotak makan cantik yang dibungkus dengan kain berwarna putih bergaris-garis kuning berisi steak yang kami buat tadi. “Tunggu sebentar ya, aku mandi dulu.” kataku bergegas ke kamar mandi. Akhirnya kami naik mobil ke rumah anak-anak Big Bang (CL yang menyetir). ‘Ting..ting..’ kupencet bel rumah yang berbentuk diamond itu. Ternyata Seungri yang membuka. “Hai Dara, CL masuklah” kata Seungri mempersilahkan kami masuk. “Kemana Minzy dan Bom?” tanya Seungri hendak memanggil Jiyoung. “Oh,mereka masih molor. Ke..ke..ke” jawabku sambil menyengir. Tiba-tiba keluarlah Jiyoung dari balik selambu. CL berdiri memeluknya. Hatiku berdegup kencang saat itu. Lalu Jiyoung menyodorkan tangannya ke arahku, kami melakukan toss yang kami buat sendiri waktu masih berpacaran. CL memberikan kotak makan yang berisi steak tadi ke Jiyong. “Kami berdua yang membuatnya” kata CL sambil menyodorkan kotak itu. Jiyoung sempat melirikku, lalu berkata “Oh ya?! wah surprise sekali. Ayo bawa ke dapur”. “Unnie, kau ikut?” tawar CL. “Tidak, aku disini saja. Kalian duluan saja” jawabku sambil tersenyum. Senyum yang paling manis! Lalu aku menunduk. Tiba-tiba Seungri duduk di sebelahku dan menyalakan TV. “Ada apa? kau cemburu noona?” tanya Seungri yang langsung membuatku kaget. “Ah, tidak. Sekarang, Jiyoung sudah bersama CL. Buat apa aku cemburu?” jawabku agak terbata-bata. “Yang lain mana?” tanyaku pada Seungri yang entah tadi mendengarkan jawabanku atau tidak. “Taeyang masih mandi, Daesung & TOP masih tidur” jawabnya. Ah Daesung & TOP sama saja seperti Minzy & Bom. wkwkwk. Lalu keluarlah Taeyang yang tampak segar sehabis mandi. “Oh hai Dara. Kapan kesini?” tanya Taeyang sambil memegangi handuk di pundaknya. “Hai. Baru 15 menit yang lalu” jawabku. “Sama Chaerin?” tanyanya. “Iya. kok kamu tau?” tanyaku heran. “Iya, aku melihatnya di dapur dengan Jiyoung sedang mempersiapka makanan” jawabnya lalu duduk di sebelah Seungri. “Ohh” jawabku mengerti.
“Breakfast………..” teriak Jiyoung sambil menari berputar-putar membawa sepiring steak layaknya pelayan. CL membawa 5 piring dan sendok garpu. “Waah, kau yang masak Chaerin?” tanya Taeyang. “Mm.. aku dan Dara yang masak” jawab CL sambil membagi piring dan sendok garpu kepada kami. “Pasti enak” kata Taeyang tak sabar ingin menyantapnya. “Dara belum sarapan juga kan?” tanya Jiyoung dengan lembut. “Belum” jawabku agak grogi. Suaranya yang lembut sempat membuatku melting! tapi, langsung aku sadar bahwa Jiyoung bukan milikku lagi. Kami berlima menyantap steak yang aku & CL buat. Dan rasanya…….. ENAK !
Saat kami tengah makan, Daesung & TOP muncul. “Hei, kami ditinggal” gerutu Daesung. Kami semua tertawa. “Tidak mungkin aku meninggalkanmu, ini masih kusisakan untukmu & TOP. Cepat kalian ambil piring lagi” kata Jiyoung bijaksana. Benar-benar bijaksana ! <3
Setelah kenyang makan bareng anak-anak Big Bang, aku dan CL pun pulang. Aku keluar duluan & menunggu CL di mobil. Aku melihat CL dan Jiyoung berpelukan dari kaca jendela mobil. Serontak itu membuatku kaget, dan (lagi) jantungku berdegup kencang. Oh, kenapa tiap aku melihat CL & Jiyoung bermesraan aku selalu begini? apa ini artinya aku masih mempunyai perasaan terhadapnya!?.. “Hei, maaf menunggu lama ya?” tanya CL yang ternyata sudah ada di sebelahku. “Oh, enggak juga kok” jawabku. “Kau melamun? ada apa unnie?” tanya CL yang tau aku melamu di mobil tadi. “Hahaha, nggak apa kok” jawabku tertawa sambil menyetir mobil. “Ah, ayolah… cerita padaku” pinta CL tertawa juga, CL akan merasa tidak enak jika aku bilang ‘aku cemburu melihat kau dan Jiyoung’. Hanya orang yang tak bisa menjaga perasaan seseoranglah yang berani mengucapkan seperti itu secara langsung!
‘Ciiiit..’ ku parkir mobil tepat di depan rumah. Lalu kami berdua masuk ke dalam rumah. “Aigoo.. dari mana saja kalian?” tanya Bom sangat penasaran. “Hehe, kami habis dari rumah anak Big Bang” jawab CL nyengir. “Aku sampai mencari kalian ke dalam mesin cuci ! “ jawab Bom yang mungkin ‘ruh’nya belum terkumpul. “Haha ada-ada saja kau” jawabku menepuk pundaknya. Lalu Minzy muncul sambil menyeruput teh hangatnya. “Unnie, dari mana saja kau?” tanya Minzy. “Eumm kami habis bertemu Usher loh” jawabku menggodanya. “Aaah, bohong!” jaawab Minzy sambil memajukan bibirnya. Lucu sekali !
“Haha, kami habis dari rumah anak-anak Big Bang” jawabku sambil mencubit pipinya. “Uuh, sakit unnie… Oh” jawab Minzy memegangi pipinya.
Sorenya, aku sendirian dirumah. CL & Minzy pergi ke pusat kota, sedangkan Bom ada kencan dengan TOP. “huh, sepi..” ocehku sambil memeluk Tam-Tam. Aku lapar, akhirnya aku membuat mie ramyeon. Saat menuangkan air panas, tak sengaja air panas itu mengenai tanganky. “AUCH” teriakku kaget karena kepanasan. Aku mencari obat di kotak obat. Tiba-tiba ada bel berbunyi. ‘Kling..kling..’ “Masuklah, pintunya tidak dikunci” teriakku. Seseorang membuka pintu, dan ternyata itu Jiyoung. “Annyeong..” sapanya. “Annyeong..” sapaku balik. “Hei kenapa kau Dara?” tanya Jiyoung panik melihatku mengobrak-abrik kotak obat dengan tangan yang memerah jarena air panas tadi. “Tangan kiriku terkena air panas saat membuat mie ramyeon” jawabku terisak. Dan aku tak menyangka, aku menangis saat itu! Jiyoung menatapku, “Kau selalu ceroboh” kata Jiyoung membantuku mencari obat. Aku menunduk “maaf, aku tak sengaja” jawabku lirih. Setelah menemukan obat, Jiyoung membawaku ke sofa. “aw, perih sekali” kataku kesakitan saat Jiyoung mengoleskan obat salep ke tanganku. “Semenjak kita break, kau sering sekali ceroboh. ada apa sih?!” tanya Jiyoung yang kemudian menggaruk hidungnya. “Eh, tidak ada hubungannya!” jawabku memegangi tanganku. “Aku tau, kau pasti menyembunyikan sesuatu. Atau mungkin kau memendam perasaan sesuatu hingga kau gampang ceroboh seperti ini.” kata Jiyoung memandang dan memegangi pipiku. Aku menunduk & meneteskan air mata. Jiyoung mengankat daguku, lalu mengusap air mataku dengan tangannya. Hal itu membuatku makin sedih & ingin menangis kencang! “Aku khawatir kecerobohanmu ini nanti bisa mencelakakanmum kau tampak gelisah akhir-akhir ini. Aku bisa mengetahuinya dari matamu.” kata Jiyoung dengan lembut. Lalu aku memegang pipinya, “Aku tak apa Ji, mungkin aku kecapekan dan jadi sering ceroboh” jawabku tersenyum. Jiyoung memegang tanganku yang masih berada di pipinya. “Kau tahu? aku sangat khawatir dengan keadaanmu, mulai dari saat kau pingsan gara-gara tak mau makan, sampai sekarang ini tanganmu tebakar” jwabnya dengan menatapku serius. “Sungguh, aku tak apa Ji, saat itu aku hanya tak nafsu makan saja” jawabku. “Mungkin tak seharusnya aku memutuskanmu dulu” jawabnya. “HEI! ngomong apa kau ini?! sekarang kau sudah punya CL!” jawabku melepaskan tanganku dari pipinya. “Tapi sekarang tidak ada yang menjagamu, memberimu perhatian lebih” jawabnya dengan nada yang agak tinggi. Belum sempat aku menjawab perkataannya, tiba-tiba ‘Kling…kling..’ CL & Minzy pulang! CL membuka pintu dan berhenti sejenak menatap kami berdua. “Chagiya? kapan kesini?” tanya CL. “Sudah dari tadi” jawab Jiyoung cuek. “Kenapa tidak sms / menelpon sebelumnya?” tanya CL. “Aku kira kau sibuk, jadi aku biarkan saja. toh juga ada Dara disini.” jawabnya. CL memeluknya, tapi tiba-tiba Jiyoung menolaknya. Hei ada apa?! Muka CL tampak bingung, dan dia membuang muka ke Jiyoung. “Hei unnie, kenapa tanganmu?” tanya CL kaget. “Oh, tadi aku kena air panas saat membuat mie ramyeon.hehe” jawabku serasa tak ada yang terjadi sebelumnya. Jiyoung beranjak dari sofa & sedikit menjauh. “Oppa, kenapa menjauh?” tanya Minzy dengan mulut yang penuh dengan donat. Wkwkwk rasanya inginku cubit saja Minzy itu!. “Tidak apa” jawab Jiyoung. CL menarikku ke kamar & meninggalkan Jiyoung dan Minzy di sofa. “Chagiya, kami ke kamar dulu ya” kata CL ke Jiyoung. “Sure” jawab Jiyoung menatap kami berdua.
*di dalam kamar*
“Unnie, ada apa dengannya?!” kata CL memegangi kepalanya. “e..entahlah, Jiyoung tampak eumm berbeda” jawabku agak terbata-bata. “Apa dia marah padaku?” tanya CL yang dari tadi mondar-mandir memegangi kepalanya. Aku tak bisa menceritakan kejadian tadi. Rasanya benar-benar mengganjal di hati! “mm mungkin dia lagi ada masalah/bete/lagi tidak mood kau peluk?” jawabku. “Apa dia tidak bercerita sesuatu kepadamu unnie?” tanya CL. Aku menggeleng-gelengkan kepala. “Mungkin aku harus bicara dengannya!” kata CL dengan pasti. Akhirnya kami keluar dari dalam kamar. Aku mendekati Minzy & mengajaknya ke dapur, sedangkan CL duduk berdua dengan Jiyoung di sofa.
*CL POV*
“Eumm chagiya” kataku perlahan
“Hmm mwo?”
“Apa kau ada masalah Ji?
“Ah, tidak waeyo?”
“Eng..enggak, chagiya kok agak beda dari biasanya?”
“Waeyo?! kau merasa ada yang beda dariku?”
“Ne, chagiya cuek padaku”
“Mianhae”
“Chagiya kenapa sih?” tanyaku menarik bajunya.
“Enggak apa, aku hanya bete”
“Waeyo? apa aku melukaimu?”
“Tidak, bukan kau. tapi hatiku sendiri yang melukaiku”
“Mwo?!”
“Sudahlah, aku tak apa. aku hanya ingin diam dulu”
“Tapi…”
“Sudahlah”
“Jadi, chagiya bete bukan karnaku kan?”
Jiyoung menggelengkan kepalanya
“Jinjja?”
“Ne” jawabnya sambil tersenyum yang terlihat tak menunjukkan arti sebenarnya.
Suasana begitu dingin & kaku. Aku menjadi sedih dan khawatir. Ada apa dengan Jiyoungku?
*Dara POV*
Aku mengintip CL & Jiyoun dari balik selambu, aku melihat keduanya saling diam-diaman. Jiyoug menoleh ke arahku, aku langsung membalikkan badanku. Aigoo.. aku benar-benar kaget. “Waeyo unnie?” bisik Minzy. “Tidak apa” jawabku lirih.
‘Kling..kling..’ TOP & Bom pulang. “Annyeong” sapa mereka berdua ke CL & Jiyoung. “Annyeong” jawab CL & Jiyoung. Bom menuju dapur, dan meletakkan 2 kresek besar di meja pantry. “Apa itu unnie?” tanya Minzy kegirangan. “Hahaha ini aku membeli 1 kilo jagung. fiuuuh beratnyaa” jawab Bom tampak kecapekan. “Kau tak bawa makanan lain selain jagung unnie? tanya Minzy. “Bawa dong, ini untuk sisterku ku bawakan ramyeon” jawab Bom sambil memberikan 2 ramyeon padaku. “Kyahh~! Bom-ah tau aja kesukaanku” kataku mencolek lengannya. “hihi, dan ini untuk kau mingkki, kubawakan snack kesukaanmu” kata Bom memberikan snack ke Minzy. “wuaah gomawoyo unnie” jawab Minzy. “Ne” jawab Bom tersenyum. “Hei, bagaimana kencanmu dengan TOP? apakah dia orang yang menarik?” tanyaku pada Bom. “kyaah kenapa kau bertanya seperti itu? aigoo kau membuatku malu.” jawab Bom yang mukanya mulai memerah. “Ke..ke..ke ceritakan saja, apa kau juga menikmati kencanmu?” jawabku menggodanya. “ah, Dara-ah kau membuat mukaku merah! hihi nanti saja aku ceritakan” jawabnya dengan malu-malu. “Jinjja?” tanyaku. “Ne” jawabnya. “Unnie, aku lihat CL & Jiyoung oppa kok diam-diaman? memang ada apa?” tanya Minzy dengan muka innocent. “Iya, aku liat mereka berdua tampak saling diam dan tak seperti biasanya” sambung Bom. “Aigoo benarkah? sepertinya mereka sedang bermasalah” jawabku kaget. “Hmm tak biasanya.” jawab Minzy. “Tak biasanya? mereka sering seperti itu minzy” jawab Bom. “Heh, yang benar saja kau” jawabku. “Ne! CL sering cerita padaku” jawab Bom. “Oh, aku harap unnie CL dan Jiyoung oppa tak apa apa” kata Minzy. Aku hanya menunduk khawatir dengan hubungan CL & Jiyoung. Apa aku penyebab dari masalah mereka? Aigoo ini membuatku sangat khawatir dan tidak enak. ![]()
“Bommiee.. TOP & Jiyoung mau pulang.. Sandy, Mingkki keluar juga yah..” teriak CL dari sofa. Kami bertiga keluar dari dapur. Kami bagaikan ‘The Three Musketeer’ yang baru keluar dari Bar. Wkwkwk
“Annyeong.. langsung pulang” tanyaku pada TOP. “Annyeong Dara.. Ne, kami harus pergi ke studio pemotretan” jawab TOP. “Ooh.. fighting” jawabku memberi senyum. “Gomawoyo Dara noona” jawab TOP tersenyum juga. Kami semua bersalaman. Saat aku bersalaman dengan Jiyoung, dia tamak menatapku dengan dalam dan serius. “Haha pandanganmu mengerikan sekali Ji” kataku sat Jiyoung menatapku. Semua tertawa. Jiyoung hanya tertawa kecil. Kami ber-empat (CL,Bom,Minzy,dan aku) mengantar TOP & Jiyoung ke garasi. ‘Bruum’ mobil TOP & Jiyoung akhirnya hilang dari garasi rumah kami. Kami masuk ke dalam. “Chaerin, ada apa kau dengan Jiyoung” tanya Bom. “Hmm sudahlah, jangan bahas itu dulu” jawab CL lesu.
2 minggu kemudian sudah tanggal 17 Agustus, sehari sebelum Jiyoung oppa ultah. CL mengajak member 2NE1 membeli hadiah untuk Jiyoung besok. “Belikan saja dia sebuah kaos berwarna kuning, dia pasti suka” kata Bom memberi usul “Iya unnie, tak usah bingung-bingung” sambung Minzy. Akhirnya CL membeli sebuah kaos yang lucu berwarna kuning bergambarkan smile. Aku membelikan Jiyoung sebuah gantungan kunci yang lumayan besar berbentuk lollipop warna kuning dan pink (ini tidak ada maksudnya loh).
Malamnya, pukul 09.00 kami semua sudah berada di dalam kamar, semua tampak capek. Minzy sudah tidur duluan, Bom masih mencoba untuk tidur, CL masih membungkus kado yang kita beli tadi, sedangkan aku hanya melamun. ‘Scream.. Ah, Ah, Ah, Ah’ suara handphone CL berbunyi.
*CL POV*
“Annyeong chagiya, ada apa menelpon?”
“Annyeong, tidak boleh ya?”
“Hehehe boleh kok, jangan ngambek dong chagiya”
“Eumm Chaerin?”
“Mwo? Mr. Kwon Jiyoung?”
“Serius, aku ingin bicara sesuatu yang serius”
“Mianhae. Bicara apa chagiya?”
“Apa Bom, Minzy, dan Dara sudah tidur?”
“Dara belum, dia lagi melamun hihii”
“Eeh apaya kok bawa-bawa namaku?” teriak Dara
Dara mengambil handphoneku
“Heh, apa yang kau bicarakan dengan Chaerin tentangku ha?” tanya Dara
“Hwahaha tidak apa Dara noona”
“Jinjja? kau mencurigakan sekali Ji. hahaha”
“Ne, haha mana Chaerin? aku mau ngomong dengannya”
“Ne”
Dara memberikan handphoneku, dan aku melanjutkan percakapanku dengan Jiyoung.
“Hehe maaf chagiya. tadi mau bilang apa?”
“Eumm gini, aku mau kita break”
“Mwo?!! tapi Chagiya…”
_TO BE CONTINUE_
Mau tau kelanjutan ceritanya kan? gimana hubungan SkyDragon? apa mereka bener putus atau enggak? tunggu Dilema Part 2 ya ![]()
Tara Antya Sahasrakirana









